Kamis, 18 Agustus 2011

Exotic Jogja 4

Sudah lama kita tidak berkumpul bersama, atas ide Bowo, akhirnya kita dapat mengumpulkan beberapa teman. Mengingat ada 4 teman kita yang telah lulus dan akan bekerja di Jakarta, jadi kemungkinan ini terakhir kalinya kita bisa berkumpul bersama di Jogja. Setelah berkumpul di depan kampus, sekitar jam 8 malam kita berangkat. Tujuan pertama kita ialah pameran seni di Taman Budaya. Lucunya beberapa teman bahkan tidak tahu di mana letak Gedung Taman Budaya yang sering dijadikan tempat pentas maupun pameran ini.

Letaknya di sebelah timur Taman Pintar dan Benteng Vredeburg. Ada tiga jalur untuk menuju tempat ini, yang pertama pastinya lewat jalan Senopati dari arah perempatan nol km/ kantor pos besar ke timur, setelah Taman Pintar, sebelum perempatan Gondomanan masuk ke kiri, yaitu Jalan Sriwedari. Di kiri terdapat kumpulan toko buku arah yang biasa di sebut “shoping” oleh warga Jogja. Semakin masuk akan terdapat sebuah Gedung berwarna putih, itulah gedung Taman Budaya.

Jalur lain ialah melalui Jalan Mayor Suryotomo (terusan Jalan Mataram), dari arah utara sebelum sampai perempatan Gondomanan, masuk ke gang di kanan/barat jalan. (Terdapat petunjuk Taman Budaya kok) Gang ini cukup besar, jika dilanjutkan akan sampai ke selatan pasar Bringharjo. Maju sedikit lalu ada jalan ke kiri, jadi Gedung Taman Budaya ada di seberang jalan.

Jalur ketiga ialah melewati Jalan Malioboro, terus sampai jalan Ahmad Yani, persis setelah pasar Bringharjo belok ke kanan. Tentunya akan bertemu dengan jalan yang sama,lalu belok kanan, sampailah Taman Budaya. Aku bersama teman-teman melalui jalur yang ketiga ini, tapi saya sarankan lebih baik melalui jalan Mayor Suryotomo saja, karena pada malam hari jalan Malioboro akan sangat padat.

Sesampainya di Taman Budaya, kita hanya memiliki kesempatan 30 menit saja, karena pameran yang gratis ini akan ditutup pada pukul 9 malam. Benar saja,baru asik-asiknya melihat dan berfoto, kita sudah dipersilahkan pulang. Padahal pameran seni ini unik-unik, sangat menarik perhatian, bahkan beberapa tidak kami mengerti artinya. Tahun lalu aku juga pernah melihat pameran seni semacam ini yang diadakan oleh ISI(Institut Seni Indonesia) di JEC(Jogja Expo Center). Salut deh buat seniman-seniman Jogja.

Exotic Jogja 3

Awalnya kita hanya berkumpul buat makan bareng di Japanese Food di Jalan Kaliurang (jakal). Rasa makanan di sini tidak mengecewakan, dan harganya tentu lebih murah dibandingkan makan di restaurant.

Setelah selesai makan, ada yang usul main ke alun-alun selatan (alkid). Karena Vetri (ceweknyaDaniel) tidak boleh pulang kost malam, jadi Daniel mengantarkan pulang sekaligus mengambil kamera. Sedangkan yang lain langsung menuju alkid. Sementara menunggu, kami menyewa sepeda gandeng yang berwarna-warni. Dengan Rp 10.000 kita mendapatkan kesempatan 3x putaran. Naik sepeda seperti ini memberi sensasi tersendiri, yang paling depan tentunya harus mengayuh lebih berat, menjaga keseimbangan dengan benar, dan bersiap rem tentunya. Ditambah lagi sekarang alkid semakin ramai, jadi siap-siap saja berjejalan dengan kendaraan lainnya.

Exotic Jogja 2,5 (Ultah Inta)

Hari itu, 18 Agustus 2009, salah satu teman kita Inta sedang berulang tahun yang ke-20. Di Kampus Paingan memang sudah menjadi tradisi kalau setiap ada teman yang berulang tahun harus di giring dari kelas sampai bawah, lalu bersama-sama melemparkan ke kolam. Tidak perlu khawatir kalau tidak bisa berenang, kolam ikan ini hanya sedalam ±50 cm saja. Yang perlu di khawatirkan yaitu baunya, karena jarang di kuras, air kola mini berwarna hijau lumut. Jadi siap-siap saja menahan malu selama perjalanan pulang.

Setelah selesai penceburan, inta pulang ke kostnya lalu segera mandi. Sedangkan yang lain bersiap dengan kue tart bersembunyi di kamar kost inta. Begitu inta selesai mandi, surprise!!!! Make a wish, tiup lilin, potong kue dan dibagikan ke semua teman yang datang.

Malam harinya kita ditraktir makan nasi goreng b2 yang berada di Jalan Mayor Suryotomo (terusan Jalan Mataram), depan toko Progo (Hotel Melia Purosani). Walaupun tempat makan ini hanyalah emperan toko, tapi setiap malam selalu ramai di kunjungi karena harganya yang murah di bandingkan tempat lain. Jika tidak bisa makan daging b2, tersedia pula nasi goreng ayam kok.

Exotic Jogja 2

Jalan-jalan malam kedua ini terjadi pada tanggal 12 Agustus, masih di tahun 2009. Salah satu temanku Daniel di kunjungi oleh teman dekatnya Yoel, yang akan berangkat ke luar negri, jadi ia ingin memberikan kenangan indah selama di Jogja. Begitu juga dengan Inta, salah satu teman SMAnya juga berkunjung di Jogja. Sekitar pukul 11 malam kita berkumpul di depan kost Hari yang paling selatan, karena kampus kita berada di daerah utara kota Jogja. Tapi karena hari semakin malam dan belum semua berkumpul, bapak kost mulai uring-uringan. Insiden ini membuat kost Hari di pasangin jam malam, padahal biasanya bebas,hahaha…

Karena BT, kita menyingkir dan mengajak teman-teman lain untuk segera berangkat. Tengah malam kita sampai di tempat ngopi code yang sama seperti April lalu. Karena kali ini lebih terencana, kita membawa kartu dan kamera tentunya. Sambil menunggu pesanan, Daniel seperti biasa bermain sulap dengan kartunya. Beberapa di antara kita juga sedang mempelajari teknik-teknik mengambil gambar di malam hari.

Exotic Jogja 1




Hari itu tanggal 18 April 2009 malam hari aku dan teman-teman masih sibuk mempersiapkan seminar untuk besok pagi. Sekitar jam 9 malam, tiba-tiba tercetus ide untuk melepas penat. Setelah pulang ke kost masin-masing, kita berkumpul di depan kampus, lalu berangkat bersama ke kota. Awalnya kita ingin foto-foto di tugu jogja, tapi karena masih jam 10 malam, perempatan pasti masih ramai, jadi kita putuskan ngopi dulu. Ada dua tempat ngopi yang biasanya ramai di kunjungi anak muda di jogja. Yang pertama di utara Stasiun Tugu, yang dikenal dengan kopi joss Angkringan Lik Man. Yang kedua di dekat kali code Kotabaru, untuk menuju ke sana kita melewati jalan Sudirman, tepat di samping Mc Donals sebelum jembatan, belok ke kiri, pertigaan berikutnya ambil kanan. Sepanjang jalanan ini akan penuh dengan motor, sedangkan trotoar penuh dengan pengunjungnya. Tempat ini sangat cocok untuk bersantai sambil menikmati kopi jos, kopi hitam yang diberi arang yang membara. Bagi yang tidak suka, ada juga minuman dingin dan hangat lainnya seperti teh dan jeruk. Untuk mengganjal perut, tersedia pula mie, nasi goreng, ataupun magelangan (nasi goreng diberi tambahan mie).

Senin, 28 Maret 2011

Maen ke Kota Tetangga, Solo..



Sebenarnya udah lama banget pengen berkunjung ke Solo, soalnya selama ini cuman lewat aja kalo mau ke Jawa Timur. Nah untungnya hari sabtu ini ada temen yang ngajak, ayo cabut... Aku berangkat sekitar pukul delapan pagi dari rumahku di Jogja, sekitar setengah jam sampai di rumah temenku di Klaten, lalu kita berempat berangkat ke Solo, tentunya lewat Jalan Solo.

Tujuan utama kami yaitu Kraton Mangkunegaran. Tapi kami berempat kurang hafal jalanan di kota ini, jadi begitu masuk kota, kita muter-muter dulu karna kebingungan. Bahkan sempat tanya berkali-kali. Awalnya kita menuju ke arah Kraton Kasunan melewati Alun-alun Kidul, jalan-jalan sempit, lalu sampai depan kraton. Tapi gak mampir, cuman berhenti bentar tanya tukang becak, trus masuk ke jalan di depannya, karna jalan searah jadi belok ke kiri. Sempat macet karna ada operasi polisi. Untung aja sekarang udah punya SIM, jadi inget dulu awal-awal kuliah keluyuran gak punya SIM jadi takut banget liat polisi.

Nah setelah keluar dari jalan ramai ini, terlihat Alun-alun utara di kanan jalan, wah mirip ya sama yang di Jogja, kratonnya diapit dua alun-alun. Tapi kita mulai ragu lagi, jadi tanya tukang becak lagi. Katanya kita udah kelewat, harusnya tadi belok ke kiri.. Weleh2... berarti kita harus berputar-putar alun-alun ini, lewat operasi polisi lagi. Setelah berputar dan keluar dari alun-alun utara, kita melewati Pasar Klewer yang terkenal itu, lalu lewat pertokoan dan beberapa kali menyeberang perempatan. Sampai menemukan Jalan Slamet Riyadi yang searah, seharusnya kita langsung lurus dan sampai di Kraton Mangkunegaran yang kita cari-cari. Tapi karna kita bingung, jadinya malah muter-muter lagi.

Rabu, 23 Maret 2011

Cari2 Candi Kecil Deket Rumah


Melanjutkan touring candi2 sebelumnya bersama Arum, kali ini aku ngajak pacarku waktu itu(baca: mantan). Karena tempat tinggalku di Ngemplak Sleman, jadi gak jauh2 buat nyari candi. Namun pencarian ini dilakukan selama dua hari yg berbeda.

Pertama, 16 Mei 2009

Tujuan pertama ialah Candi Kalasan, karna sudah berkali2 lewat Jl. Solo di daerah Kalasan,tapi belom pernah mampir. Karna Candinya cukup tinggi, jadi keliatan waktu berhenti di pertigaan. Tepatnya di kanan jalan dari arah Jogja, masuk gang kecil, langsung masuk area Candi. Karna kecil, bayar tiketnya juga murah. Motor bisa dmasukkan area, trus d parkir d bawah pohon besar.

Jumat, 18 Maret 2011

Candi Ijo, bikin pembangunan bandara terbatasi

Pertama kali tau informasi di sebuah blog yang jujur aku lupa, karna nyarinya udah lama dan gak sengaja. Yang aku inget itu blognya cewek yang melakukan perjalanan ke Candi ini dengan mobil Honda Jazz warna merah. Katanya candi ini ada di atas bukit, gak jaoh dari Candi Boko. Tapi karna di atas bukit ya jelas medannya cukup berat, menanjak!! Yang bikin menarik tu katanya gara2 ada candi di atas bukit ini, pelebaran landasan Bandara Adi Sucipto jadi terbatasi. Kan Candi gak boleh di pindah2 letaknya, ada dendanya tuh..

Sempat sih ngajak temen, tapi kayaknya gak ada yang berminat ikut. Ya udah bermodal artikel di blog tadi, aku nekat berangkat sendiri dengan motor Honda Astrea Grand. Hari itu, Selasa 8 September 2009, hari kosong karna gak ada jadwal kuliah. Jalur yang aku tempuh lewat jalur tengah sawah nembus ke Bogem, Kalasan. Di pertigaan Pasar Prambanan, sebelum Candi Prambanan belok ke kanan. Ntar kan ngelewatin Bukitnya Candi Boko tuh, terus aja.. Gak jaoh dari situ ada papan petunjuk masuk ke kiri, Candi Ijo. Masuk deh dengan pedenya, eh ada pertigaan yang cukup membuat bimbang. Biasanya sih aku pakek feeling kalo nyari jalan asing, tapi kali ini tanya warga aja deh.. Ternyata aku harus berbelok ke kiri, bukan lurus sesuai feelingku yang sok tau itu.

Habis belok ntar nemu rumah yang unik, tersusun dari lempengan batu kapur. Trus siap2 deh sama tanjakannya. Oya, daerah ini ternyata banyak pengusaha batu2 putih. Yang bikin aku miris, ada tebing yang terbuat dari kapur yang terus menerus di tambang, dengan kata lain di kikis. Lah ntar lama2 abis dong!!!

Kamis, 29 Juli 2010

Apakah yang Menarik dari Batu2 itu ?

Awalnya aku gak suka berkunjung ke candi2, apalagi yang cuman kecil2 ato belum tertata. Bahkan aku heran karna Kak Andre sering menanyakan candi2 kecil yang gak terkenal itu. Akhirnya lama2 aku mencoba mencari tau apakah yang menarik dari batu2 itu? Padahal bentuk, warna, ukuran semua hampir sama kan...

Untuk itu diperlukan teman untuk keliling, cari yang deket aja. Tujuan pertama yaitu Candi Gebang yang amat sangat dekat dengan kampus Paingan. Rutenya jelas dari kampus, ke arah Stadion Maguwa, di perempatan utara stadion belok kanan. Nah ntar habis jembatan ada petunjuk Candi Gebang di kiri jalan, masuk aja... sampai mentok di petigaan yang ada tugu segitiganya belok kiri sampek mentok. Nah awalnya aku bingung karna jalannya sekilas seperti buntu, ni nyasar apa ya??? Ternyata jalannya cuman tanah, masuk ke kanan aja, ntar juga nemu candinya.

Selasa, 27 Juli 2010

Survei Goa Cerme

Tentunya masih berkelanjutan dari Survey Candi Boko dalam rangka acara valentine day HMJTI, kita berempat(aku, Arum, Leo dan Dio) dengan motor yang sama menempuh jalur Ringroad, di perempatan Terminal Giwangan belok kiri/selatan ke Jalan Imogiri. Dari situ lurus aja terus sampai mentok di pertigaan setelah pasar, belok kanan, ada petunjuknya kok. Gak jaoh dari situ, ada pertigaan lagi, kali ini belok kiri, juga ada petunjuknya lagi. Habis itu lurus aja sampek ngelewatin jembatan besar, belok kanan dikit terus ambil yang tanjakan.

Dari situ aku agak lupa, kan udah setahun yang lalu tuh. Pokoknya kalo gak yakin tanya aja warga setempat. Seingatku sih yang bikin bingun pas di petigaan yang ditengahnya ada pohonnya, disitu ada petunjuk kalo goa crème ke kanan, tapi Leo sebagai petunjuk jalan yang udah pernah ke lokasi malah ambil yang lurus n jalannya lebih kecil. Ternyata petunjuk tapi buat kendaraan besar, kan ada tempat parkirnya sendiri. Dari situ dimulailah tanjakan2 yang lumayan membuat motor Dio kewalahan dan macet di sebuah tanjakan. Leo yang sudah sampai duluan di lokasi terpaksa menjemputku,pengalaman sial pertama ni.

Dari tempat parkir yang cuman di pinggir jalan tanpa peneduh, kita jalan sebentar sampai pos penjagaan. Tiket masuknya sih murah, kalo gal salah 5rb. Yang mahal tuh pemandunya, sekali jalan 25rb untuk rombongan kurang dari 15org. Untung aja nih pakek duit anggaran panitia lagi. Tapi karna di dalam sungai dijamin basah, jadi semua barang bawaan sebaiknya dititipkan di pos itu. Termasuk dompet, HP, n barang2 berharga lainnya. Aman kok...

Kalo mau foto2 di dalem, mending bawa plastik ato pelindung anti air lain. Begitu juga dengan lampu senter, kudu bawa karna di dalem gelapnya ampun... Untungnya kita cuman berempat, jadi dengan lampu yg di bawa pemandunya di depan sama senter kecilnya Leo ya lumayan keliatan. Cuman tetep aja kesandung bolak balik.

Survei Candi Boko

Pertanyaan pertama setelah membaca judul ini pastinya “Kenapa harus di survey?” Nah jawabannya ialah kami, Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika (HMJTI) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta hendak melakukan acara pengakraban dalam rangka Hari Kasih Sayang ato kerennya Valentine Day. Ada dua tempat utama yang sudah direncanakan dan perlu di survey dahulu. Yang pertama jelas Candi Boko yang cukup dekat dari markas kita di Kampus Paingan yang dekat Stadion Maguwoharjo itu. Yang kedua yaitu Goa Cerme yang tentunya akan di bahas juga.

Karna cuman survey, jadi yang berangkat juga cuman dikit, nah kebetulan yang dua hari ini bisa yaitu Aku sendiri (yang selalu menyempatkan diri setiap ada touring), sahabatku Arum yang biasa di panggil Miss Klaten (baca: mis kleten, dengan logat English), Leo (programmer terhandal di angkatan 07) dan Dio yang sabar. Kendaraan tentunya motor, Aku sama Dio, Arum sama Leo. Rutenya Ringroad, Jalan Solo, pertigaan pasar Prambanan belok kanan. Gak jaoh dari situ di kiri jalan ada petunjuk lokasi parkir Ratu Boko. Tapi menurut petunjuk dari Kak Andre, kakak angkatan 06 yang udah pernah kesini sebelumnya, disuruh lewat jalur lain, jadi bisa parkir di atas. Jadi kita terus aja sampek ada jalan masuk ke kiri yang ada petunjuknya juga. Jalur ini khusus untuk motor atau mobil saja, karna jalannya sempit dan tentunya menanjak, karna kita menuju ke parkiran yang di atas.

Yang bikin sebel dari tempat ini yaitu tiket masuknya yang mahal, karna setaraf dengan Candi Borobudur dan Prambanan. Sekitar 8rb waktu itu, Februari 2009, sekarang kayaknya udah naik lagi. Untungnya biaya ini digantikan oleh panitia acara, kan niatnya survey. Tapi selain tiket, kita juga dikasih satu brosur tentang obyek ini. Dari parkiran ada beberapa komplek yang bisa di kunjungi, yang pertama kita menuju ke kompleks perkemahan. Cuman sekedar liat aja sih, gak ada rencana camping segala kok.

Touring Pantai Kidul Sendirian

Peristiwa nekat ini terjadi pada tanggal 7 Januari 2008, tepatnya hari Senin. Waktu itu aku belum punya SIM C, tapi dengan pedenya mengendarai motor dari rumah, Ngemplak Sleman, menuju ke deretan pantai indah di Wonosari. Kalo jalurnya sih inget, soalnya pernah beberapa kali ke Pantai Krakal dan Sepanjang bareng sama pacarku waktu itu, Coco. Tapi dari dulu ya di goncengin, aku gak berani dan lebih tepatnya gak bisa nyetir ‘Tiger’nya,hehehe… Jadi aku penasaran pengen nyoba kesana sendirian.

Aku gak bilang siapa2 soal rencana ini, yang parahnya aku cuman bawa duit 10rb dan bensin limit. Aku berangkat siang2, lupa jam berapa. Aku nempuh jalur ringroad, Jalan Wonosari, Pathuk, Kota Wonosari, trus menelusuri jalan Baron. Di Jalan Wonosari, tepatnya sebelum naik ke Bukit Pathuk, aku ngisi bensin dengan satu lembar uangku satu2nya yang sepuluh ribu itu. Dengan kepercayaan kalo di kotanya Wonosari pasti ada ATM Mandiri. Sesampainya di dalam ‘kota’ yang sempit ini, aku sempet bingung karna gak nemuin ATM Mandiri, satu2nya ATM yang kupunya. Akhirnya aku masuk ke ATM Bersama yang ada di kanan jalan. Jadi gak kuwatir lagi deh ngelanjutin perjalanan.

Kali ini aku pengen ngunjungin pantai yang belum pernah aku kunjungin, habisnya penasaran sih. Waktu masuk retribusi, bapaknya heran karna aku cuman sendirian, sempet ditanya gitu,hmm… Setauku dari literature di website, deretan pantainya dari arah Jalan Baron yaitu Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Indrayani, Siung, Wediombo, Sadeng. Tujuan pertamaku yaitu pantai Sundak karna kabarnya sih bagus dan sepi. Lumayan jauh jaraknya dari Pantai Baron, masih di sebelah timurnya Krakal. Tapi jalannya ampun dah… aspal rusak yang cuman ada bebatuan tak tersusun, jujur capek banget.

Di parkiran masih ditanya lagi karna lagi2 mereka terheran2 ada cewek dateng sendirian. Untungnya disini lumayan sepi, jadi bisa dengan puasnya ngambil pasir n kerang2an trus dimasukin ke plastik yang emang udah aku siapin dari rumah. Tujuannya? Ya iseng aja, kan bisa di tempel2 atau di masukin botol buat hiasan. Disini mataharinya masih cukup tinggi, masih jam 4 sore.
Pemandangannya emang beneran bagus lho!!!

Rabu, 21 Juli 2010

Daftar obyek yg pengen aku kunjungi saat ini

1. Jembatan Imogiri, Bantul
2. Goa Maria Lawangsih, Kulon Progo
3. Deles Indah, Klaten
4. Kedung Kayang, Magelang
5. Karimunjawa
6. Pantai Sendang biru & Pulau Sempu, Malang
7. Kawah Putih, Bandung
8. Gunung Bromo, Pulau Gili, & Pantai Bentar, Probolinggo
9. Kawah Ijen, Bondowoso
10. Semua puncak gunung di Pulau Jawa

Daftar tempat wisata yang pernah aku kunjungi di jogja dan sekitarnya

PANTAI:
Congot
(Kulon Progo)
Glagah(Kulon Progo)
Kuwaru
(Bantul)
Samas(Bantul)
Depok(Bantul)
Parangtriris(Bantul)
Baron(Gunung Kidul)
Kukup(Gunung Kidul)
Sepanjang(Gunung Kidul)
Krakal(Gunung Kidul)
Drini(Gunung Kidul)
Sundak(Gunung Kidul)
Indrayani
(Gunung Kidul)
Jogan(Gunung Kidul)
Siung(Gunung Kidul)
Wediombo(Gunung Kidul)

Selasa, 20 Juli 2010

Keteb kok mendung, ke Kopeng aja deh...

Pagi itu cerah banget, waktu nganter adikku skolah di Pakem, terlihat jelas Gunung Merapi dg gagahnya bertengger di Utara.Tergodalah aku naik ke kaliurang, tapi begitu masuk lokasi, gak puas foto2nya. Nah waktu perjalanan pulang jadi deh kepikiran buat ke Keteb, pasti disana bakalan terlihat jelas gunungnya. Langsung aja aku ngajak cowokku(waktu itu, skarang tinggal mantan), Inno, karna ni lagi liburan jadi ya nyantai.. Agak siangan kita berangkat, awalnya sih cerah2 aja.

Menempuh jalur Turi-Tempel, jadi dari Jalan Kaliurang belok ke kiri (arah barat ) pas perempatan pasar, utaranya UII. Ntar muncul di Jalan Palagan Tentara belok kanan ato ke Utara. Sampek perempatan lagi belok kiri, ntar lewat jembatan gantung kecil(sekarang udah gede kok), ntar muncul di perempatan jalan alternatif ke Solo. Oya, daerah ini terkenal dengan perkebunan salaknya, jadi kanan kiri jalan ya banyak pohon salak kayak gini:
Nah dari situ lurus aja, ntar juga nyampek Jalan Magelang(terminal Tempel).

Senin, 19 Juli 2010

Bebas, Lepas.... (Tepi Jurang Imogiri)

Hari ini, Sabtu 17 Juli'10, aku masuk Kerja Praktek sampek jam 12. Dari minggu2 lalu emang udah pengen banget ke Imogiri, habis liat link2nya bagus sih... bisa diliat disini. Yah walaupun pada akhirnya gak ada satupun temen yg bersedia barengin, tp itu bukan hambatan lah buat orang nekat sepertiku. Jadi habis pulang KP ke kost temen dulu nitip tas yg berisikan laptop, habis itu langsung cabut. Lengkap dengan kamera DLSR pinjeman dari Widyo, mantel, dan air minum dalam jok motor.

Nah yg aku tau ni cuman pokok'e Kebun Buah Mangunan Dlingo daerah Imogiri. Padahal jujur aku sendiri belom pernah ke Imogiri yg kebanyakan orang tau ada makam raja2nya itu. Yang aku pernah sih ke Goa Cerme, kalo gak salah ya di sekitar situ. Okelah aku berangkat menyusuri jalan ring road sampai perempatan Terminal Giwangan, terus ke arah selatan(belok kiri). Nah dari situ lurus aja terus.... sampek ngelewatin 3x perempatan kayaknya. Nah ntar nemu pertigaan kecamatan yg ditengah2nya ada toko. Nah kan ada petunjuk tuh, kalo ke kanan Goa Cerme, kalo ke kiri Makam Imogiri. Otomatis aku pilih belok kiri dunk...

Gak jaoh dari situ, ntar ada pertigaan, petunjukknya kalo ke kanan ke arah Dlingo. Nah kalo lurus berarti tetep k Makam. Jadi aku pilih belok kanan, ke makamnya ntar aja deh.. Habis itu siap2 aja buat tanjakan, tapi untungnya jalannya lebar n bagus. Pemandangan sepanjang perjalanan juga cukup bagus, tp jangan terlena, karna nanti ada petunjuk ka arah kanan buat masuk ke kebun buah. Patokkannya kalo ada turunan sekali, habis itu nanjak lagi, nah ntar ada jalan masuk ke kanan yg ada petunjukknya itu. Dari sini jalan menurun n aspalnya lumayan rusak, wah aku jadi takut ntar pulangnya gmn y??? Tp ya udahlah, terus aja.. Sampek pertigaan yg ada tulisan kalo udah masuk kawasan Kebun Buah Mangunan, nah belok aja ke kanan, kan ada retribusi yg gak di jaga tuh... Gak jaoh dari situ ada prkiran yg dijaga satpam, masuk deh kesitu, bayar retribusinya 5rb/org.

Satpamnya ramah kok, kalo kita bawa motor di kasih petunjuk jalan menuju ke puncak buat liat pemandangan. Jalan kesana sempit, turun dikit, lewat taman bermain, trus najak sampek nemu gedung kosong. Parkir deh disitu, karna jalan berubah jadi undak2an. Tapi gak ada yg jagain motornya, jadi hati2 aja kalo bawa barang berharga.

Dari tempat parkir itu, kita harus menuruni tangga, gak jaoh2 amat. Habis itu keliatan deh keindahan alam yg keren...

Rabu, 14 Juli 2010

Nekat ke Kota Polusi

Ceritanya aku lagi magang ni di Radar Jogja, hari jumat 9 Juli'10. Kebetulan besok tanggal merah, wah berarti enak dong besok gak masuk ke kantor... Otomatis trpikir buat jalan2, ceritanya lagi pengen ke imogiri karna sempat liat foto2 dari fb keren banget. Nah dari kemaren dah ngajak temen pada gak mau semua tuh (Doni, Juve n Co2), jadi BT deh... nah iseng2 tuh liat peta Jakarta, tanya2 tempat temen yg tinggal di sana. Wah kok jadi pengen ya...

Nah sementara itu temenku, Arum, yg duduk di sebelahku ternyata di ajak temennya ke Tangerang. Wah kok kebetulan, aku juga pengen (nekat) ke Jakarta. Yo ayo aku ikut!!!! Setelah berbagai pergumulan dengan batin, masalah'e lagi gak ada duit, gak dapet ijin dari ortu masing2, cuman dapet kereta ekonomi, tapi akhirnya jadi juga.

Berangkat dari stasiun Lempuyangan Jogja, tempatnya kereta ekonomi, kita berjubel dengan ratusan penumpang laen. Duduk di lantai di langkah2i selama 12 jam, gak bisa bo2, wah pokokny a gak enak banget. Ohya yg enak tiketnya murah abis!!! 26rb udah sampek stasiun senen,hahaha... Berangkat skitar jam8 malem, sampek jam8 pagi.

Begitu sampek Stasiun Senen, bingung mau ke arah mana..

Senin, 05 Juli 2010

Jatiningsih, Kiskendo, Sermo

Ini pertama kalinya aku touring bareng sahabatku, Doni, setelah sekian lama kita terpisah. Dulu waktu masih kecil kita tetanggaan di Kalibawang Kulon Progo, tapi smp n sma aku pindah ke Jawa Timur. Nah sekarang aku kembali ke Jogja lagi untuk kuliah, tapi tinggalnya pindah ke Sleman.

Karena rumah kita berjauhan, jadi kita sepakat ketemu di perempatan yg aku lupa namanya, ya daripada saling jemput kan jaoh.. Kalo rute yg ku tempuh lewat ringroad utara-barat, bagitu sampek di perempatan jalan godean, aku belok kanan, nah di jalan godean ni lurus terus aja, perempatan pasar juga masih lurus, sampek perempatan lagi. Kalo belok kiri ke arah Sedayu, kalo kanan ke arah Kalibawang/Tempel. Nah kita ketemu disini...

Tujuan pertama kita yaitu Goa Maria Sendang Jatiningsih, jadi dari perempatan tadi masih lurus aja. Nanti di sisi kanan ada Gereja Katolik Klepu, masih lurus. Nah kalo udah nemu kayak terminal kecil tapi kosong itu kan dah ada petunjuk, masuk ada menyusuri jalan aspal kecil, ntar juga sampek parkirannya.

Kamis, 01 Juli 2010

Kota2, Keliling Jogja Narsis2an Berdua

Jalan2 ini cukup dadakan juga.. Berawal dari pagi2 habis nganter adikku ke sekolah, aku iseng mampir kost temen, Inno, di daerah Candi Gebang buat pinjem kamera Canon EOS 500D. Habis itu lewat Stadion Maguwaharjo, trus iseng foto patung Elang di Pertigaan. Aku sering ngelamun di tempat ini, bukan karna suasananya yg emang enak buat nongkrong, tapi karna tempat ini sangat kubenci. Tugu yg buat berdiri elang itu udah merenggut Kakak kandungku tercinta,hiks...

Sudahlah kembali ke cerita awal.. Terus aku iseng ngajak sahabatku, Juve, buat jalan2 di kota, mumpung dapet pinjeman kamera. Walaupun sempat ada beberapa kendala, tapi akhirnya kita jadi juga jalan2. Tujuan kita Kraton, Tamansari n Benteng Vredeburg. Ketiga urutan tersebut berdasarkan waktu tutupnya. Kraton tutup jam 2, Tamansari tutup jam 3, Benteng tutup jam 4.

Jumat, 25 Juni 2010

We Got A Friendship (3)

Obyek kedua ialah Kawah yg letaknya gak jaoh dari Telaga Warna, 5 motor 10 orang biayanya 48rb, itu dah dapet dikon sih.. harusnya tiap orang 6rb menurut tiket.. Itu dah termasuk untuk 2 obyek sekaligus, Kawah Sikidang n Candi Pendawa. Dari retribusi tadi masih jalan masuk,,, ada juga lintasan uap panas dalam pipa gede, katanya sih bahaya. Topik, temenku yang penasaran sempat berhenti bentar buat megang pipanya, ngetest panas ato gak, dan ternyata tidak,hahaha..

Sampainya di lokasi, parkir motor n jalan menuju kawah yg paling lebar. Banyak sumber2 panas lain yg kecil2 n berpindah2 di sekitarnya.. Di tepi kawah terdapat pembatas sederhana dari bambu yang mengelilingi kawah, jaraknya hanya 1 meter dari mulut kawah, jadi kudu hati2. Lumpur panas yg mengepul2 bisa terlihat jelas, asal asapnya gak mengganggu penglihatan..
Dsini juga ada yg menjual bongkahan2 belerang yg katanya bagus buat kulit..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...