Tampilkan postingan dengan label Candi Ratu Boko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi Ratu Boko. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2011

Candi Ijo, bikin pembangunan bandara terbatasi

Pertama kali tau informasi di sebuah blog yang jujur aku lupa, karna nyarinya udah lama dan gak sengaja. Yang aku inget itu blognya cewek yang melakukan perjalanan ke Candi ini dengan mobil Honda Jazz warna merah. Katanya candi ini ada di atas bukit, gak jaoh dari Candi Boko. Tapi karna di atas bukit ya jelas medannya cukup berat, menanjak!! Yang bikin menarik tu katanya gara2 ada candi di atas bukit ini, pelebaran landasan Bandara Adi Sucipto jadi terbatasi. Kan Candi gak boleh di pindah2 letaknya, ada dendanya tuh..

Sempat sih ngajak temen, tapi kayaknya gak ada yang berminat ikut. Ya udah bermodal artikel di blog tadi, aku nekat berangkat sendiri dengan motor Honda Astrea Grand. Hari itu, Selasa 8 September 2009, hari kosong karna gak ada jadwal kuliah. Jalur yang aku tempuh lewat jalur tengah sawah nembus ke Bogem, Kalasan. Di pertigaan Pasar Prambanan, sebelum Candi Prambanan belok ke kanan. Ntar kan ngelewatin Bukitnya Candi Boko tuh, terus aja.. Gak jaoh dari situ ada papan petunjuk masuk ke kiri, Candi Ijo. Masuk deh dengan pedenya, eh ada pertigaan yang cukup membuat bimbang. Biasanya sih aku pakek feeling kalo nyari jalan asing, tapi kali ini tanya warga aja deh.. Ternyata aku harus berbelok ke kiri, bukan lurus sesuai feelingku yang sok tau itu.

Habis belok ntar nemu rumah yang unik, tersusun dari lempengan batu kapur. Trus siap2 deh sama tanjakannya. Oya, daerah ini ternyata banyak pengusaha batu2 putih. Yang bikin aku miris, ada tebing yang terbuat dari kapur yang terus menerus di tambang, dengan kata lain di kikis. Lah ntar lama2 abis dong!!!

Selasa, 27 Juli 2010

Survei Candi Boko

Pertanyaan pertama setelah membaca judul ini pastinya “Kenapa harus di survey?” Nah jawabannya ialah kami, Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika (HMJTI) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta hendak melakukan acara pengakraban dalam rangka Hari Kasih Sayang ato kerennya Valentine Day. Ada dua tempat utama yang sudah direncanakan dan perlu di survey dahulu. Yang pertama jelas Candi Boko yang cukup dekat dari markas kita di Kampus Paingan yang dekat Stadion Maguwoharjo itu. Yang kedua yaitu Goa Cerme yang tentunya akan di bahas juga.

Karna cuman survey, jadi yang berangkat juga cuman dikit, nah kebetulan yang dua hari ini bisa yaitu Aku sendiri (yang selalu menyempatkan diri setiap ada touring), sahabatku Arum yang biasa di panggil Miss Klaten (baca: mis kleten, dengan logat English), Leo (programmer terhandal di angkatan 07) dan Dio yang sabar. Kendaraan tentunya motor, Aku sama Dio, Arum sama Leo. Rutenya Ringroad, Jalan Solo, pertigaan pasar Prambanan belok kanan. Gak jaoh dari situ di kiri jalan ada petunjuk lokasi parkir Ratu Boko. Tapi menurut petunjuk dari Kak Andre, kakak angkatan 06 yang udah pernah kesini sebelumnya, disuruh lewat jalur lain, jadi bisa parkir di atas. Jadi kita terus aja sampek ada jalan masuk ke kiri yang ada petunjuknya juga. Jalur ini khusus untuk motor atau mobil saja, karna jalannya sempit dan tentunya menanjak, karna kita menuju ke parkiran yang di atas.

Yang bikin sebel dari tempat ini yaitu tiket masuknya yang mahal, karna setaraf dengan Candi Borobudur dan Prambanan. Sekitar 8rb waktu itu, Februari 2009, sekarang kayaknya udah naik lagi. Untungnya biaya ini digantikan oleh panitia acara, kan niatnya survey. Tapi selain tiket, kita juga dikasih satu brosur tentang obyek ini. Dari parkiran ada beberapa komplek yang bisa di kunjungi, yang pertama kita menuju ke kompleks perkemahan. Cuman sekedar liat aja sih, gak ada rencana camping segala kok.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...